Tanah Longsor di Atami Jepang: Setidaknya 3 Orang Tewas dan 80 Lainnya Hilang

Tim penyelamat masih mencari puluhan orang yang dikhawatirkan hilang setelah tanah longsor besar melanda sebuah resor tepi laut di Jepang. Dilansir , sedikitnya tiga orang tewas setelah tanah longsor menghancurkan lebih dari 100 rumah di Atami, sebuah kota yang terletak 96 km barat daya ibu kota Jepang, Tokyo pada Sabtu (3/7/2021) lalu. Awalnya, tercatat 147 orang hilang tetapi jumlah itu direvisi menjadi 80 setelah pejabat kota mengkonfirmasi beberapa orang telah dievakuasi dengan aman atau sedang pergi pada saat itu.

Para pejabat sedang bersiap untuk merilis nama nama mereka yang masih hilang dengan harapan dapat menjangkau beberapa orang yang mungkin tidak terperangkap dalam tanah longsor. Atami, yang terletak di prefektur Shizuoka, adalah destinasi liburan yang populer. Banyak apartemen dan rumah yang tidak berpenghuni selama bertahun tahun, dengan penduduk terdaftar tinggal di tempat lain.

Tiga kapal penjaga pantai dan enam pesawat tak berawak militer mendukung ratusan tentara, petugas pemadam kebakaran dan petugas penyelamat lainnya mencari para korban di tengah lumpur dan hujan. Tiga orang ditemukan tewas pada Senin pagi dan 23 lainnya berhasil diselamatkan, tiga di antaranya mengalami luka, kata petugas pemadam kebakaran dan setempat. Aktor Naoto Date, yang tinggal di Tokyo, sedang mengunjungi kota itu pada saat kejadian.

Ia merekam peristiwa di daerah tersebut dengan air berlumpur yang mengalir deras dan para penyelamat mengarungi lumpur setinggi lutut. Dia juga pergi ke laut di mana mobil mobil hanyut dengan puing puing rumah yang hancur. Ia mengatakan kepada Associated Press: "Banyak orang melihat rumah dan barang barang mereka dan semuanya hanyut."

"Mereka tidak akan bisa kembali ke rumah, dan membutuhkan upaya yang tak terbayangkan untuk pulih." Gubernur Shizuoka, Heita Kawakatsu, mengatakan pada konferensi pers pada hari Minggu bahwa pengembangan lahan di hulu mungkin menjadi faktor penyebab tanah longsor. Berdasarkan pemantauan dengan drone, Kawakatsu mengatakan sejumlah besar tanah yang menumpuk di area konstruksi semuanya telah tersapu bersih.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *